Untuk kesekiankalinya bupati Subandi menyinggung masalah hukum 3 bupati terdahulu. Kali terakhir pada di podcast di radio Suara Surabaya.
Dalil menalarkan BAIK sebagai (Bersih – responsif – amanah) sebagai program unggulan bupati Subandi – Mimik memang harus dikumandangkan ke masyarakat, tetapi kenapa selalu menyinggung masalah hukum 3 bupati Sidoarjo sebelumnya.
Menurut saya, itu kurang elok. Tidak enak didengar oleh banyak orang yang masih banyak bersimpati kepada tokoh besar. Apa yang dialami 3 bupati yang lalu dalam pemahaman saya tidak murni hukum. Namun lupakan tidak pantas untuk dibahas.
Bupati Subandi harusnya menatap ke depan untuk membangun Sidoarjo. Tanpa perlu menengok ke belakang. Apa saja yang sudah dikerjakan dan akan dilakukan selama 1 tahun kepemimpinan.
Tiga bupati yang bermasalah hukum itu punya kerabat, keluarga dan lagipula mereka saat ini sudah melupakan kasusnya. mengungkap kembali sama saja membuka kenangan masa suram yang telah mereka rasakan.
Mohon dengan rasa hormat kepada bupati Subandi. berhentilah menyinggung 3 bupati terdahulu dalam podcast maupun segala sambutan. Karena itu hanya mengenang luka lama yang sebenarnya coba dilupakan oleh Pak Win, Abah Iful dan Gus Muhdlor.






