opini Hadi
Semalam ada sebuah pesta rakyat yang suasananya memelas, diadakan di luar pagar Alun-alun Sidoarjo. Pesta makan-makan yang diprakarsai Wabup Mimik Idayana, sedikitnya dihadiri 500 orang yang berjalan cukup sukses.
Suasana kegembiraan terpancar dari rakyat yang berjoget ria di malam yang dingin. Pagar Alun-alun masih tertutup rapat seolah menghadang rakyat yang sedang berpesta masuk ke dalam Alun-alun Sidoarjo.
Penutupan Alun-alun dengan barisan seng sepanjang Alun-alun tidak menghalangi pesta malam itu di tengah alunan lagu-lagu Cak Nan. Sejenak melupakan kesumpekan, mereka larut dalam suasana gembira. Warga Sidoarjo menumpahkan dengan bersyukur menyambut akan dibukanya proyek Alun-alun senilai Rp 24,5 miliar.
Timbuk tanda tanya, kenapa proyek alun2 yang sudah rampung sempurna tidak segera dibuka. Saya memantau tanggal 15 januari, proyek itu siap diserahterimakan karena memang sudah rampung. Tidak ada kuli dan tukang yang bekerja di dalamnya.
Eh, ternyata usut punya usut. Pemkab Belum 100% melakukan pembayaran. Kontraktor tidak mau membuka pagar seng karena menunggu dibayar. Proyek alun2 yang idenya lahir dari Gus Muhdlor semasa menjabat Bupati, nasibnya kini terkatung-katung. Entah kapan Pemkab membayar, warga sendiri sudah tak sabar menikmati alun2 yang keindahannya fenomenal.







