Sidoarjo – Cakrajatim.com: Pimpinan dan anggota DPRD Sidoarjo, prihatin atas musibah keracunan ratusan santri Ponpes Mambahul Hikam Putat Tanggulangin pada Selasa kemarin.
Ketua DPRD Sidoarjo H.Abdillah Nasih menegaskan sudah meminta Kepala Dinas Kesehatan, untuk terus mengawal kesehatan para santri dan santriwati yang masih belum pulih dari keracunan itu.
“Saya minta dinas kesehatan terus lakukan pantauan kondisi para santri. Jangan sampai ada yang tidak tertangani dengan baik,” ujar Abdilah Nasih.
Seiring dengan ketua dewan, komisi D DPRD Sidoarjo pun turun langsung melakukan pantauan di RS Notopuro, pada Rabu kemarin.
Terlihat H.Damroni Chudlori, H.Sutadji dari FPKB, serta Hj Kasipah dari FPDIP yang langsung meluncur malihat kondisi para santri yang mendapatkan perawatan.
“Saya bergegas melihat kondisi santri yang mengalami keracunan MBG. Saya harap tidak ada lagi kejadian serupa, karena ini menyangkut kesehatan anak-anak kitaa,” tutur Kasipah.
Selain itu, Damroni Chudlori ketua komisi D DPRD Sidoarjo, menyatakan, ketua dewan sudah menjadwalkan untuk melakukan hearing dengan pihak pihak terkait untuk mengurai Masalah ini.
“Kamis kita akan panggil pihak terkait,” tutur Damroni.
Sementara itu Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah, Rafli Ridho, meminta maaf soal keracunan menu MBG yang dialami santri Ponpes Manbaul Hikam, Tanggulangin. Data terbaru, ada 566 santri yang keracunan.
“Mohon maaf ya, saya menyesal,” kata Rafli kepada awak media.
Rafli menyebut proses pengolahan makanan MBG pada dasarnya dilakukan seperti biasa.
Proses memasak dimulai sekitar pukul 00.00 WIB, sedangkan makanan dikirim ke penerima sekitar pukul 11.00 WIB.
Rafli juga mengungkap laporan adanya korban dari luar pondok pesantren.
Sebanyak lima siswa dari SDN Kalitengah 1 dan SDN Kalitengah 2 dilaporkan mengalami keluhan keracunan. (hd)









