Sidoarjo – cakrajatim.com: Program bus sekolah di Sidoarjo segera direalisasi. DPRD Kabupaten Sidoarjo mendukung program bus gratis untuk para pelajar.
Dengan begitu diharapkan layanan bus gratis bisa membantu mobilitas pelajar. Mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, terutama sepeda motor saat jam berangkat dan pulang sekolah.
Dishub Sidoarjo akan meluncurkan 5 unit bus ukuran sedang berkapasitas 30 penumpang yang akan beroperasi mulai tahun 2026. Layanan ini akan menggunakan sistem antar-jemput yang disesuaikan dengan jam masuk dan pulang sekolah.
Abdillah Nasih menilai cakupan rute bus sekolah yang saat ini direncanakan masih terbatas. “Kalau menggunakan bus sekolah ini kan hanya melayani cakupannya terbatas, Buduran-Kota-Candi-Porong. Dan cenderung tidak bisa menjangkau titik padat penduduk,” katanya.
Ia mencontohkan, wilayah-wilayah dengan kepadatan penduduk tinggi seperti Kecamatan Waru, Taman, Tulangan dan Krian belum terjangkau secara maksimal. Pemerintah tidak hanya mengandalkan bus, tetapi juga melibatkan angkot atau lyn yang sudah ada.
Menurutnya, pelibatan angkot justru akan memberikan dampak ganda, tidak hanya untuk pelajar tetapi juga untuk menghidupkan ekonomi. Jalan-jalan di Waru sepanjang, misalkan Tulangan sana yang tidak memungkinkan. Alangkah lebih baiknya kerja sama dengan lyn ataupun angkot, ujarnya menjelaskan.
Abdillah Nasih menawarkan konsep inovatif berupa sistem langganan atau abonemen. Dalam skema ini, pelajar yang membutuhkan transportasi akan diberikan kupon atau kartu langganan bulanan secara gratis oleh pemerintah.
Kupon tersebut nantinya dapat ditukarkan oleh sopir angkot kepada pemerintah daerah sebagai bentuk subsidi atau penggantian biaya operasional.
Ia juga menekankan pentingnya ketepatan waktu dalam operasional. Jam antar jemput juga harus on time, tidak boleh telat, tambah Abdillah, agar tidak mengganggu aktivitas belajar mengajar di sekolah.
Selain soal skema subsidi, Ketua DPRD juga mendorong adanya pembinaan dan dukungan armada bagi para sopir angkot setempat. Armadanya harus diremajakan agar lebih layak, aman, dan nyaman digunakan oleh pelajar.
Dukungan tersebut, menurutnya, bisa disalurkan melalui program Kredit Usaha Daerah (Kurda) dengan bunga ringan untuk peremajaan dan rehabilitasi angkot. Dengan begitu, kualitas layanan angkutan umum di Sidoarjo akan meningkat secara keseluruhan.
semua pelajar
Abdillah menilai, jika shelter bus sekolah hanya ada di titik-titik tertentu, belum tentu bisa menjangkau semua pelajar, terutama yang rumahnya di dalam gang. Sementara angkot memiliki daya jangkau yang lebih fleksibel hingga ke permukiman padat.
“Ini tentang efisiensi anggaran dan sekaligus pemberdayaan ekonomi lokal. Kita dorong program yang pro masyarakat. Angkot tersebut juga bisa dinikmati oleh masyarakat tidak hanya pelajar,” kata Abdillah Nasih.
Pada prinsipnya, DPRD Sidoarjo sangat mendukung program bus sekolah gratis agar tidak semakin macet di jalan. Namun pihaknya mendorong agar pelaksanaannya dilakukan secepat mungkin dan dengan konsep yang lebih luas, kolaboratif, dan berkelanjutan demi kepentingan pelajar dan ekonomi masyarakat .
Abdillah Nasih menekankan pentingnya pembinaan dan dukungan untuk armada angkot, agar lebih layak dan menarik bagi pelajar. Salah satunya melalui program rehabilitasi dan peremajaan angkot agar lebih nyaman dan aman. Bantuan itu bisa melalui program Kurda yang ringan.
“Ini tentang efisiensi anggaran dan sekaligus pemberdayaan ekonomi lokal. Kita dorong program yang pro masyarakat dan inklusif. Angkot tersebut juga bisa dinikamti oleh masyrakat tidak hanya pelajar,” kata Abdillah Nasih
Pemkab Sidoarjo segera merealisasikan program angkutan sekolah gratis. Sebanyak lima unit bus berkapasitas 30 penumpang kini memasuki tahap pengadaan dan ditargetkan segera beroperasi untuk melayani para pelajar.
Program angkutan gratis bagi pelajar ini memberdayakan masyarakat, kata anggota komisi C DPRD Sidoarjo, Dimas zakaria. orang tua tidak lagi harus mengeluarkan uang untuk ongkos transportasi anak-anak mereka, sehingga anggaran rumah tangga bisa dialokasikan untuk kebutuhan lain yang lebih mendesak.
salah satu aspek penting dari program ini adalah meningkatkan keselamatan siswa dalam perjalanan ke dan dari sekolah. Dengan transportasi umum yang dikelola secara profesional dan diawasi oleh pemerintah daerah, keamanan siswa akan lebih terjamin.
“Kami ingin memastikan bahwa adik-adik kita tidak harus naik kendaraan pribadi yang kurang aman, seperti motor, yang berisiko tinggi terhadap kecelakaan lalu lintas,” jelasnya.
“Selain itu, fasilitas program angkutan gratis bagi pelajar ini juga harus didesain dengan dilengkapi dengan fasilitas yang mendukung kenyamanan siswa. Serta pengemudi yang sudah mendapatkan pelatihan khusus,” Sambung Dimas.
Dimas memaparkan jika, salah satu dampak positif lain dari program ini adalah mengurangi kemacetan lalu lintas di Sidoarjo, terutama di jam masuk dan pulang sekolah.
bus sekolah bertujuan untuk meningkatkan aksesibilitas siswa ke sekolah, mengurangi beban biaya transportasi bagi orang tua, meningkatkan keselamatan dan kenyamanan siswa, serta membantu mengurangi kemacetan lalu lintas di Sidoarjo.
Program ini juga akan memberdayakan para sopir angkutan umum dengan memastikan mereka tetap mendapatkan penghasilan yang stabil melalui skema subsidi dari pemerintah daerah.
Program Angkutan gratis bagi pelajar, kami ingin memastikan bahwa siswa di Sidoarjo dapat berangkat dan pulang sekolah dengan aman, nyaman, dan tanpa beban biaya, kata Dimas
Dengan adanya angkutan gratis, diharapkan semua siswa memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan tanpa harus terkendala biaya transportasi.
banyak orang tua yang mengantar dan menjemput anak-anak mereka menggunakan kendaraan pribadi, yang berkontribusi terhadap kepadatan lalu lintas.
jika siswa beralih ke angkutan umum gratis, jumlah kendaraan pribadi di jalan akan berkurang signifikan, terutama di sekitar sekolah-sekolah yang selama ini menjadi titik kemacetan.
Program ini juga menjadi angin segar bagi para sopir angkutan umum di Sidoarjo. Dengan adanya skema subsidi dari pemerintah daerah, mereka tetap mendapatkan penghasilan tetap meskipun penumpang tidak lagi membayar ongkos.

anggota komisi C, Dimas
Program angkutan umum gratis bagi pelajar di Sidoarjo ini diharapkan bisa menjadi solusi bagi berbagai permasalahan transportasi di Sidoarjo, sekaligus memberikan manfaat bagi siswa, orang tua, dan para pelaku usaha transportasi lokal.
Dishub Sidoarjo
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sidoarjo Budi Basuki mengatakan, armada tersebut disiapkan untuk memberikan layanan transportasi yang aman, nyaman, dan gratis bagi siswa saat berangkat maupun pulang sekolah.
“Bus sekolah saat ini masih dalam proses pengadaan. Nantinya akan tersedia lima unit bus dengan kapasitas masing-masing 30 tempat duduk untuk melayani angkutan sekolah gratis,” ujar Budi Basuki.
Pada tahap awal, Dishub menyiapkan lima koridor yang memiliki mobilitas pelajar cukup tinggi. Jalur tersebut meliputi Waru–Candi, Candi–Waru, serta rute dari Porong, Wonoayu, dan Krian menuju pusat Kota Sidoarjo.
Menurut Budi, seluruh rute telah disusun berdasarkan pemetaan kebutuhan di lapangan. Dishub menentukan titik naik dan turun penumpang, lokasi halte, serta menghitung waktu tempuh di setiap koridor agar para pelajar dapat tiba di sekolah sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai.
Jam tempuh sudah dihitung, mulai dari titik keberangkatan hingga halte berikutnya. Dengan begitu, anak-anak bisa menyesuaikan waktu keberangkatan sehingga tidak terlambat masuk sekolah, katanya.
Bus sekolah gratis itu direncanakan mulai beroperasi setiap hari sekolah sejak pukul 05.30 WIB. Layanan diprioritaskan bagi pelajar jenjang SMP dan SMA karena umumnya memiliki jarak tempuh yang lebih jauh menuju sekolah.
Sementara itu, siswa SD belum menjadi sasaran program. Pasalnya, sebagian besar sekolah dasar berada di sekitar lingkungan tempat tinggal siswa sehingga masih mudah dijangkau.
Program bus sekolah gratis ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pelajar terhadap kendaraan pribadi, meningkatkan keselamatan perjalanan menuju sekolah, sekaligus membantu mengurangi kepadatan lalu lintas pada jam berangkat dan pulang sekolah. (adv h)










