Sidoarjo – Cakrajatim.com: Cuaca panas terik diperkirakan masih menyelimuti wilayah Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik pada Jumat (6/11/2026). Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda, suhu udara di sejumlah wilayah tersebut berpotensi mencapai 37 – 39 derajat Celsius.
Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menggelar Apel Kesiapsiagaan Bencana Hidrometeorologi di Alun-Alun Sidoarjo, Jumat (6/11/2026). Apel yang dipimpin langsung oleh Bupati Sidoarjo Subandi ini melibatkan lintas instansi untuk menghadapi potensi cuaca ekstrem menjelang musim hujan yang diprakirakan mulai awal Desember 2026.
Usai apel, Bupati Subandi bersama Kapolresta Sidoarjo dan Dandim 0816 Sidoarjo melakukan pengecekan langsung terhadap kesiapan sarana dan prasarana. Berbagai perlengkapan disiagakan, mulai dari tenda darurat, dapur umum, mesin pompa air, kendaraan operasional evakuasi, hingga kesiapan tenaga medis dan tim penanggulangan bencana.
Bupati Sidoarjo Subandi mengatakan, apel ini merupakan agenda tahunan untuk memastikan kesiapan piranti dan koordinasi antarunsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) berjalan optimal dalam penanganan darurat secara cepat.
”Ini agenda tahunan, tentu kita mengharapkan peran Forkopimda berjalan dengan baik. Apabila ada kejadian, bisa diselesaikan dengan cepat, termasuk banjir,” ujar Subandi saat diwawancarai usai kegiatan.
Ia menjelaskan, pemerintah daerah telah memetakan titik-titik rawan, khususnya kawasan yang berpotensi mengalami genangan dan angin puting beliung yang polanya relatif berulang di lokasi tertentu.
Sejumlah langkah antisipasi konkret juga telah diinstruksikan, di antaranya normalisasi sungai di wilayah Tanggulangin, Porong, dan Candi, serta penempatan pompa air di titik-titik rawan banjir perkotaan.
”Daerah yang perlu diwaspadai, kita sudah perintahkan hari ini seperti Tanggulangin, Porong, Candi untuk normalisasi. Sampai sekarang ini kita teruskan semuanya, pompa-pompa sudah kita siapkan di titik-titik yang selama ini menjadi langganan banjir di daerah kota,” tambahnya.
Terkait isu limpasan atau kawasan delta, Subandi memastikan kondisi wilayah barat yang sempat mengalami penurunan permukaan tanah telah diantisipasi melalui alternatif rekayasa infrastruktur, seperti pembangunan jembatan besar dan normalisasi berkala guna meminimalisasi risiko
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sidoarjo, Sabino Mariano, mengungkapkan bahwa karakteristik wilayah Sidoarjo sebagai daerah penerima kiriman air dari kawasan hulu (Mojokerto/Kalian) memerlukan kewaspadaan tinggi, terutama jika berbarengan dengan fenomena pasang air laut (rob).
”Titik terakhir kita adalah di wilayah Candi, Tanggulangin, plus Waru. Karena itu, apalagi misalnya barengan dengan rob, itu akan menjadi titik krusial antisipasi kita di Sidoarjo,” jelas Sabino.
Sebagai langkah antisipasi proaktif, BPBD telah mendistribusikan total 13 unit pompa portable sejak pekan lalu ke sejumlah titik potensial genangan di beberapa kecamatan, meliputi:
”Artinya, nanti kalau terjadi hujan atau banjir, tinggal diaktifkan, tidak lagi menunggu atau tidak lagi saat sudah banjir baru kita gerak,” tegas Sabino.
Menyinggung soal kawasan sekitar tanggul lumpur, Sabino menyebut pihaknya terus membangun komunikasi intensif dengan PPLS , serta telah menyusun rencana kontinjensi bersama BPLS dan BNPB guna mengantisipasi segala potensi risiko secara terpadu.
Disisi serupa diperkirakan terjadi di Kabupaten Sidoarjo. Sejumlah kecamatan diprediksi mengalami cuaca cerah terik, meliputi Krembung, Tarik, Prambon, Porong, Tulangan, Wonoayu, Krian, Balongbendo, Taman, dan Sukodono.
Suhu udara di Sidoarjo diperkirakan berkisar antara 27 hingga 39 derajat Celsius. Adapun kelembapan udara diprediksi berada pada rentang 34–75 persen.
Menghadapi kondisi tersebut, masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan diimbau untuk mengantisipasi paparan panas, terutama ketika matahari berada pada intensitas tinggi.
Penggunaan pelindung kepala, pakaian yang nyaman, serta mencukupi kebutuhan cairan tubuh menjadi langkah sederhana untuk menjaga kondisi tubuh selama beraktivitas.
Masyarakat juga disarankan mengurangi aktivitas fisik berat di bawah terik matahari apabila tidak diperlukan.
Kondisi cuaca panas ini menjadi perhatian bagi warga di kawasan Surabaya Raya agar tetap menjaga kesehatan dan menyesuaikan aktivitas dengan kondisi cuaca
Tak hanya dua daerah tersebut, hawa panas membakar di atas rerata harian juga mengepung kawasan sekitarnya. Di Kabupaten Mojokerto dan Jombang suhu maksimum tercatat mencapai 38 derajat Celsius.
Begitupun di Surabaya, Kota Madiun, dan Nganjuk suhu udara harian terpantau melonjak ke angka 37 derajat Celsius.
Berbeda dari hari sebelumnya yang sempat diwarnai hujan ringan, dinamika cuaca di Jawa Timur pada hari ini sepenuhnya didominasi cuaca cerah. BMKG tidak mencatat adanya potensi pertumbuhan awan hujan di seluruh kabupaten/kota.
Mengingat tingginya potensi dehidrasi dan heat stroke akibat suhu yang menembus 39 derajat Celsius, masyarakat sebaiknya memperbanyak konsumsi air putih dan menghindari paparan sinar matahari langsung pada jam-jam terik, serta menggunakan tabir surya atau pelindung saat terpaksa beraktivitas di luar ruangan.
Masyarakat juga disarankan mengurangi aktivitas fisik berat di bawah terik matahari apabila tidak diperlukan.
Cuaca panas dan terik yang terasa akhir-akhir ini disebabkan oleh kombinasi beberapa faktor alam menurut penjelasan Gerak semu matahari berada di atas wilayah selatan Indonesia (seperti Pulau Jawa hingga Nusa Tenggara), sehingga sinar matahari masuk secara langsung dan lebih terik.
langit yang cerah dan sedikit awan membuat radiasi atau panas dari matahari langsung tembus ke permukaan bumi Adanya pengaruh musim kemarau serta fenomena global seperti El Niño dan IOD (Indian Ocean Dipole) positif yang membuat udara menjadi lebih kering.Panas matahari yang diserap oleh aspal, beton, dan gedung-gedung dilepaskan kembali ke udara, sehingga membuat suasana sekitar terasa semakin panas.
Tips penting untuk menjaga kesehatan saat cuaca panas bisa kamu simak lewat panduan.Banyak minum air putih agar tidak dehidrasi.
Kurangi kegiatan di luar ruangan pada siang bolong (pukul 11.00 – 15.00).Gunakan payung, topi, atau tabir surya saat harus keluar rumah. (hs,a)









