• Kontak Kami
17 Maret 2026
Cakra Jatim
  • HOME
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Lifestyle
  • LandScape
  • Travel
  • Kuliner
No Result
View All Result
  • HOME
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Lifestyle
  • LandScape
  • Travel
  • Kuliner
No Result
View All Result
Cakra Jatim
No Result
View All Result
Home Umum

Jatim Terancam Kekeringan

cakrajatim by cakrajatim
8 Agustus 2023
in Umum
0
Jatim Terancam Kekeringan
0
SHARES
33
VIEWS
Share on TwitterShare on FB

Sidoarjo cakrajatim.com. Jawa Timur tidak bisa menganggap enteng datangnya musim kemarau tahun 2023 ini. Kemarau ini ditandai suhu terik membakar bumi, akibat pengaruh El Nino, yang berpuncak pada Agustus-September ini.

Dampak terburuk yang dirasakan antara lain merosotnya produksi pertanian, terutama beras. Bagi Jawa Timur sebagai penyangga stok beras nasional, selain Jawa Barat dan Bali, diramalkan turun hasil panennya. Ini disebabkan suhu panas yang akan menekan sumber-sumber air di sungai, waduk, maupun persedian air tanah. Bila panen tidak maksimal, harga beras pun dikhawatirkan goyah.

RELATED POSTS

Desa Kedungsolo Serahkan Penerima Menfaat Rp 900 Ribu

Pembesar Kedensari Salurkan BLT Tahap IV-2025

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyatakan waspada terhadap bencana kekeringan. 
Kekeringan di Jawa timur tahun ini berpotensi terjadi di 27 Kabupaten/kota meliputi 1.617 dusun, 844 desa/kelurahan dan 221 Kecamatan. Penduduk yang terdampak diperkirakan mencapai 1,7 juta atau 655 ribu KK. Dari 844 desa/kelurahan kekeringan itu 500 desa di antaranya tergolong kering kritis, 253 kering langka dan 91 kering langka terbatas. 

Jatim menyiapkan tim gabungan dari BNPB, BPBD, sinergi Pemkab dan Pemkot, serta komunitas relawan. Beberapa desa sudah membutuhkan droping air bersih, dan 38 daerah menerima 350 buah tandon dan 10.000 buah Jerigen. Air bersih dikirimkan ke Kabupaten Situbondo dan
Kabupaten Blitar yang mengalami kerusakan saluran air di hulu Sungai Lekso di Desa Tangkil Kecamatan Mlingi. 

Kemarau Awal
Sementara itu  Kepala Stasiun Klimatologi Klas II Jawa Timur Anung Suprayitno menjelaskan, daerah-daerah yang paling awal memasuki musim kemarau antara lain sebagian wilayah utara antara lain Kabupaten Tuban, Lamongan, Sampang, Pamekasan dan Sumenep. Kemudian juga di sebagian wilayah Kabupaten Probolinggo, Situbondo dan Banyuwangi. Sekitar 60,8 persen wilayah di Jatim sebenarnya sudah mulai kering sejak April , lebih awal dari normalnya.

Kabupaten Malang dan Lumajang bagian barat daya akan menjadi area paling akhir memasuki musim kemarau. Jadi kemarau di Jatim berpeluang lebih panjang karena datangnya lebih awal. Puncak kemarau propinsi lumbung padi ini terjadi Agustus ini meskipun sejak Juli lalu kemarau sudah dirasakan di Bojonegoro dan Banyuwangi. Sebaliknya ada yang lebih lambat terjadi September seperti Kediri, Tulungagung, Blitar dan sekitarnya, yang justru berada di sepanjang Kali Brantas.
 
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Maritim Tanjung Perak Surabaya mengungkapkan dampak El Nino yang terjadi di Samudera Pasifik, merupakan pemanasan Suhu Muka Laut (SML) di atas kondisi normal. Dampaknya, berkurangnya curah hujan yang memicu kekeringan. Kemarau ini akan lebih kering dibanding sebelumnya. Suhu udara bakal mencapai 33-34 derajat celcius.

Produksi Beras
Produksi beras Jatim pada bulan Juni lalu mencapai 650.751 ton dengan luas panen 183.771 hektar. Ini meningkat signifikan dibandingkan produksi Mei yang hanya mencapai 323.243 ton dengan luas panen 89.767 hektar.
Produksi Gabah Kering Giling (GKG) bulan Juni mencapai 1.015.212 ton, sedangkan Mei hanya separonya, 504.279 ton. Sementara itu konsumsi bulan Juni mencapai 261.338 ton sehingga surplus 389.413 ton. Banjir lahar dingin di tidak terlalu berdampak terhadap produksi padi di Jatim, karena lahan yang rusak 196 hektar dan puso (gagal panen) 183 hektar.

Sebanyak 732 hektar sawah di Jatim mengalami kekeringan. Dari jumlah ini, 15 hektar tanaman padi di Lamongan dan Jombang gagal panen atau puso. Lamongan puso 13 hektar, Jombang hanya 2 hektar, akibat kekurangan air irigasi. Sebaliknya di Pamekasan ada 23 hektar sawah yang kekeringan, berhasil pulih dan padi tidak sampai puso, berkat pengairan yang cepat.
Para petani sebenarnya bisa mengikuti asuransi usaha tani padi, agar ketika terjadi bencana mereka bisa melakukan klaim. Dananya bisa menjadi tambahan untuk ongkos produksi pada masa tanam selanjutnya. Atau mengganti penanaman palawija yang lebih membutuhkan sedikit air. (dya)

SendTweetShare
cakrajatim

cakrajatim

Related Posts

Desa Kedungsolo Serahkan Penerima Menfaat Rp 900 Ribu

Desa Kedungsolo Serahkan Penerima Menfaat Rp 900 Ribu

by cakrajatim
11 Desember 2025
0

Sidoarjo - cakrajatim.com: pendopo Desa Kedungsolo kegiatan bantuan di berikan kepada keluarga prasejahtera penerima manfaat tahun anggaran 2025 secara tunai...

Pembesar Kedensari Salurkan BLT Tahap IV-2025

Pembesar Kedensari Salurkan BLT Tahap IV-2025

by cakrajatim
8 Desember 2025
0

Sidoarjo – Cakrajatim.com, Pemerintah Desa Kedensari Kecamatan Tanggulangin Kabupaten Sidoarjo telah melaksanakan Penyaluran BLT Dana Desa Tahap IV Tahun Anggaran...

Angin Kencang Robohkan Atap Rumah Warga Krembung

Angin Kencang Robohkan Atap Rumah Warga Krembung

by cakrajatim
15 November 2025
0

Sidoarjo Cakrajatim.com, Hujan lebat di sertai angin kencang kembali terjadi pada Rabu di wilayah Kecamatan Krembung - Sidoarjo tepatnya di...

Restoran UMKM di Gelar di  Delta Mayang

Restoran UMKM di Gelar di Delta Mayang

by cakrajatim
6 November 2025
0

Sidoarjo - Cakrajatim.com: Grand opening RESTO UMKM di gelar dalam hotel Delta Mayang Sidoarjo pada Rabu 05 / 11 dengan...

Warga Mutiara City Adukan Pengembangnya

Warga Mutiara City Adukan Pengembangnya

by cakrajatim
18 Oktober 2025
0

Sidoarjo - cakrajatim.com: Wakil bupati menerimaSebanyak 8 orang warga perwakilan perumahan Mutiara City mendatangi kediaman Wabup Mimik Idayana di Candi,...

Next Post

PPS Harus 'Membayar Mahal' Atas Kecerobohan ke Nganjuk

H Usman Dinyatakan Tidak Lakukan Pelanggaran

H Usman Dinyatakan Tidak Lakukan Pelanggaran

BERITA POPULER

  • Sidoarjo Kembali Diguncang OTT

    Sidoarjo Kembali Diguncang OTT

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Razia Kendaraan di Lebo, di Demo Sejumlah Massa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anam dan Atok Lolos DCT, Umi Kaddah Terjungkal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Paripurna DPRD Sidoarjo Hanya Dihadiri 16 Anggota

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pertikaian Bashor dan Bambang Berujung ke BK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Berita Pilihan

Pimpinan DPRD Sidoarjo, Ragukan 15 Proyek Besar Selesai Akhir 2025

Sidoarjo Perbaikan 41 titik Jalan

12 Maret 2026
Ngebet Islah, Subandi Malah Laporkan Suami Wabup ke Polda

Ngebet Islah, Subandi Malah Laporkan Suami Wabup ke Polda

10 Februari 2026
Cakra Jatim

CakraJatimdotcom menghadirkan berita lokal Surabaya dan Jawa Timur dengan isu terkini dari politik, pemerintahan dan lifestyle dengan Cepat dan Tepat.

Susunan Redaksi

  • Kontak Kami

© 2020 CakraJatim.com

No Result
View All Result
  • Politik
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Travel
  • LandScape
  • Kuliner

© 2020 CakraJatim.com

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In