Sidoarjo – cakrajatim.com: DPRD Sidoarjo terus mendorong Pemkab Sidoarjo untuk menuntaskan pembangunan jalan beton sebanyak mungkin karena volume jalan beton dirasakan Kabupaten Sidoarjo tahun 2025 dirasakan kalah jauh dengan tahun betonisasi tahunsebelumnya.
Ketua Komisi C, Dayat, menegaskan kepada cakrajatim.com, betonisasi adalah pilihan paling tepat untuk mengganti jalan aspal. disebabkan tingginya arus kendaraan yang melewati.
Pada tahun 2022 saja ada 17 proyek jalan beton, dilanjutkan hingga tahun 2024 termasuk pembangunan jalan layang Tarik, Layang Aloha, Layang Krian. Umur jalan beton makin panjang dan dapat mengurangi beban anggaran di tahun-tahun berikutnya.
Pada tahun 2024 saja jalan beton yang dibangun jumlah totalnya 25.630 meter. Pembangunan jalan beton itu meliputi
beberapa yang telah dilakukan antara lain:
Jalan Krembung-Mojoruntut yang memiliki panjang 2.189 meter dengan lebar 5-6 meter.
Jalan Tarik-Mliriprowo,
jalan Gemurung-Tebel yang panjang 937 meter dengan lebar 4 meter. Jalan Banjarsari-Damarsih yang dilebarkan menjadi 5 meter.
Jalan Bringinbendo-Tanjungsari yang dibeton dan dilebarkan menjadi 5 meter.
Anggota fraksi PDIP ini menyatakan, bila melihat RPJMD Sidoarjo di era kepemimpinan Bupati baru ini jalan beton yang dibangun relatif rendah. Hanya 11 ruas jalan saja pada tahun kemarin (2025). Bandingkan ketika Gus Muhdlor dalam 4 tahun kepemimpinannya membangun lebih dari 140 km jalan beton.
Apakah sudah tidak ada lagi yang perlu dibeton? tentu tidak. Masih banyak jalan milik Pemkab Sidoarjo yang perlu dibeton. Kecamatan Jabon, misalnya masih minim jalan beton. Padahal daerah Kab Pasuruan sudah memiliki jalan beton yang terhubung dengan kecamatan Jabon.
Jalan beton memang mahal, tapi proyek beton jadi kebutuhan di daerah industri seperti Sidoarjo. Kawasan industri kini makin berkembang, artinya jalan menjadi sarpras penting untuk mendukung kelancaran transportasi.
Komisi C menegaskan sikap dukungan dukungan konkret terhadap program jalan beton. Yaitu dengan melakukan pengawasan ketat aktif meninjau proyek, seperti peninjauan di Kecamatan Waru dan ruas Jalan Lingkar Timur untuk memastikan kontraktor bekerja sesuai target dan spesifikasi, termasuk menuntut perbaikan jika ditemukan tanggul penahan tanah yang tidak sesuai.
Anggota Komisi C, Anang Siswandoko, menyampaikan kabar gembiranya di tahun 2026 akan dilanjutkan kembali ruas jalan lingkar timur Sidoarjo dengan beton. tahap pertama sudah dibeton mulai Gedangan sampai desa Prasung (Buduran). tahun ini dilanjutkan betonisasi mulai desa Prasung sampai Mal MPP desa Bluru Kidul (Kota).
Betonisasi lingkar timur tidak cukup di situ, namun dilanjutkan kembali di tahuh 2027 dan 2028 hingga tuntas sampai di kecamatan Candi. “Masyarakat mensyukuri capaian ini, karena tanpa dana APBD mampu menyerap APBN membeayai pembangunan jalan beton Lingkar Timur,” ucapnya.
ia menegaskan dukungan dengan pengalokasian sebagian besar APBD untuk pembangunan infrastruktur jalan beton.
Bahkan Fraksi-fraksi di DPRD mengapresiasi upaya Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dalam mempercepat betonisasi jalan desa untuk mengurangi jalan rusak.
Pihaknya mendorong agar pengerjaan jalan beton, seperti di Jalan Lingkar Timur tahun 2026 ini dapat diselesaikan dengan kualitas terbaik untuk manfaat jangka panjang.
Pogram betonisasi di Sidoarjo pada 2025-2026 untuk meningkatkan kualitas infrastruktur dan mengatasi jalan rusak akibat kendaraan berat. Beberapa ruas yang dibeton antara lain Gedangan-Betro, Kureksari-Kepuhkiriman, Jalan Bluru Kidul, Ngaban-Kedungbanteng, Bringinbendo, dan Jalan Raya Berbek, dengan target penyelesaian bertahap.
Jalan beton yang sudah diselesaikan tahun 2025 yaitu Betro-Gedangan menghubungkan ke area frontage road dekat stasiun. jalan beton kureksari – Kepuh Kiriman dengan panjang 1.317 meter yang rampung pada akhir 2025. jalan beton ini untuk mengatasi genangan air dan kerusakan rutin.
Jalan Berbek (Waru) Proyek sepanjang 1,8 kilometer, dengan perbaikan sisi utara dan selatan yang ditargetkan rampung awal 2026.
Jalan beton Suko – Masangan Wwrab sepanjang 2.650 meter, jalan ini sebelumnya rusak parah. Jalan Beringin Kulon – Taman sepanjang 2.400 meter yang mencakup pemasangan saluran U-Ditch untuk mengatasi banjir.
Targer jalan beton 2026 Meliputi Jalan Bluru Kidul, Ngaban-Kedungbanteng, Tambakcemandi-Tambakoso, Kedungturi-Wage, Kebonagung-Tambak Kemerakan, dan Krian-Kemangsen.
Dayat mendesak percepatan mengubah jalan aspal menjadi beton (rigid pavement) terutama di jalur padat industri dan rawan banjir.
“Beronisasi di Dapil saya yang perlu di beton dari desa Durung – Sidodadi sepanjang 1 km kalau bisa jalan di aspal tapi langsung di beton biar usia pemakaian jalan itu panjang,” pintanya.
Anggota Komisi C, Cak Rojik, mengungkapkan keprihatinannya terhadap kerusakan jalan di kecamatan Jabon. Ia juga berharap, perbaikan jalan rusak sebaiknya dengan cara beton.
Qkses perbatasan di kecamatan Beji yang berada di wilayah kab Pasuruan sudah di beton. Agar tersambung dengan betonisasi di Pasuruan, Rojik usul dilakukan betonisasi wilayah Jabon mulai dari desa Balong Tani – Kupang – Semambung dan Kedung Pandan.
Kawasan pesisir pantai ini menjadi penghasil rumput laut yang potensial. selayaknya Pemkab Sidoarjo memberi dukungan dengan perbaikan akses jalan yang layak. “Masak urusan betonisasi kita kalah dengan Pasuruan,” ucapnya datar.
Kawasan jalan di utara Sungai Porong menurutnya, mengalami kerusakan parah. aspal banyak yang mengelupas mulai Desa Dukuh Sari sampai Karang Pakis sepanjang 1,2 kilo meter.
Desa Semambung yang melewati Tanjung Desa, Dukuh Sari, Jemirahan sampai Balong Tani sepanjang 5 km sudah lama diusulkan karena banyak jalan lubang. ” Kalau bisa jangan diaspal. Langsung dibeton saja supaya masyarakat senang diperhatikan pemerintah, ” jelasnya.
Selanjutnya dikatakan DPRD Sidoarjo memberikan dukungan penuh terhadap proyek betonisasi jalan sebagai prioritas utama infrastruktur, dengan mengawal ketat kualitas dan ketepatan waktu pengerjaan, serta menyetujui alokasi anggaran melalui APBD. Dukungan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas jalan, memperlancar mobilitas, dan meningkatkan ekonomi daerah dengan memastikan pengerjaan sesuai spesifikasi teknis.
Terpisah Wakil Ketua DPRD, Warih Andono, meminta Dinas PUBMSDA Sidoarjo memulai proyek fisik lebih awal. Maksimal pekerjaan sebaiknya dimulai pada triwulan kedua agar tidak berbenturan dengan musim hujan maupun batas akhir tahun anggaran.
“Kami sudah minta agar perencanaan dan pembangunan fisik dimulai lebih awal, supaya tidak sampai melewati batas tahun anggaran,” jelasnya.
DPRD Sidoarjo akan terus melakukan pengawasan lapangan untuk memastikan pelaksanaan sesuai rencana.
“Betonisasi dan normalisasi berjalan sesuai perencanaan. Betonisasi hampir selesai seluruhnya. Mudah-mudahan tidak ada banjir parah lagi,” katanya.
Sementara itu, pekerjaan peningkatan jalan aspal belum dapat dimulai tahun ini. Dinas PUBMSDA menyampaikan pekerjaan tersebut baru akan dilaksanakan tahun depan.
“Anggaran yang disiapkan untuk peningkatan jalan tahun depan mencapai sekitar Rp120 miliar,” pungkas Warih.
Anggota DPRD Sidoarjo Didik Prasetio mengapresiasi kebijakan pemkab yang memprioritaskan sejumlah proyek pembangunan infrastruktur, terutama proyek pembangunan jalan beton.
Menurut Didik Prasetio yang juga anggota Badan Anggaran (Banggar), kebijakan dalam mengelola APBD perlu dihitung matang. Anggota Komisi B itu menegaskan jangan sampai kepala daerah tidak tepat dalam menentukan kebijakan prioritas karena berdampak pada tidak efektifnya pembangunan.
Ia mengapresiasi masifnya pembangunan infrastruktur di Sidoarjo sekarang. Karena, menurutnya saat ini masyarakat memang membutuhkan kelancaran akses ekonomi, seperti jalan tidak berlubang dan bebas hambatan.
“Kita melihatnya harus obyektif, Sidoarjo sekarang pembangunannya masif, pengalokasian anggaran tepat sasaran untuk kepentingan masyarakat langsung. Seperti pembangunan jalan beton harus dituntaskan sampai ke semua jalan desa,” jelasnya
“Jangan sampai pembangunan ini berhenti di tengah jalan, ini harus dikawal bersama biar berkelanjutan, kita semua ingin Sidoarjo berubah lebih baik lagi,” tutupnya.
(adv,hds)











