Sidoarjo – Cakrajatim.com:Wakil Bupati Sidoarjo Hj Mimik Idayana S.AP tak bisa menyembunyikan kekesalannya saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) proyek pembangunan dan perbaikan Sistem Rumah Pompa di Kelurahan Sidokare I dan II Kecamatan Kota Sidoarjo Senin (28/9) pagi tadi.
Selain mendapati beberapa material/ bahan bangunan penting seperti besi untuk kolom utama pembuatan struktur kolam,serta sejumlah material besi pendukung jenis Warmess untuk struktur dinding penahan beton dan tumpukan matrial pasir yang ukuran/besarannya tidak sesuai dalam spesilfikasi dalam Rencana anggaran belanja (RAB).
Agenda Sidak Wabup yang juga diikuti sejumlah pejabat penting diantaranya Kepala Inspektorat Sidoarjo,Andjar Sujadianto, sejumlah pejabat teknis dari Dinas PU BM SDA,Dinas Permukiman dan Cipta Karya serta pejabat dari Forkopimcam Kota Sidoarjo.
Proyek yang menyedot APBD senilai Rp 2,9 miliar lebih itu tampak dengan jelas dikerjakan asal-asalan.
“Ini lagi istirahat Buk.Dan saya kurang tahu karena kami bertiga ini masuk kerja baru hari ini “jawab salah seorang pekerja saat ditanya sejak kapan ikut bekerja.
“Loh jam berpa ini? Masak jam sgini sudah istirahat?Terus selama ini nggak ada yang bekerja berarti?Masak proyek miliaran begini hanya dikerjakan tiga orang?”sergah Mimik.
“Ayo Ini kontraktornya mana?siapa yang bertanggung jawab ini?konsultan pengawasnya mana ini hadeuh,,?!cecar Mimik dengan nada menahan marah.
Menjawab cecaran Mimik,salah seorang pengawas menjelaskan bahwa untuk saat ini pengerjaa fisik sedikit ada keterlambatan karena masih menunggu sejumlah matrial beton dipesan khusus lewat pabrikan (customs),
“Karena sesuai ketentuan material untuk kebutuhan pembuatan ponds (kolam) dengan spesifiaksi lebar 3,6 m x panjang 3,6 m serta kedalaman 4 meter kita sudah pesan Preecast Bu.Jadi untuk sementara progres yang sudah tercapai baru pemancangan mini setpels”tutur konsultan pengawas.
“Ini keterlaluan! Ini namanya tidak serius kerja! Ini uang rakyat, bukan uang main-main! Konsultan pengawas CV Guna Manfaat Teknik, tegur keras! Pak Inspektorat, awasi proyek ini secara khusus!” bentak Wabup Mimik dengan nada tinggi.
Sementara menjawab adanya temuan besi-besi yang tergeletak ukurannya banci, kecil, tipis, jauh dari spek kontrak petugas konsultan pengawas tam kuasa mengelak. Di hadapan Wabup dan Inspektorat, mereka mengakui hampir semua material besi yang didatangkan itu memang tidak sesuai dengan ukuran yang tertera di spesifikasi bestek.
“Dan untuk ini saya sudah sampaikan kepada kontraktor untuk segera diganti”ucapnya
Pelaksananya adalah CV. Putra Utama Perkasa dengan konsultan pengawas CV. Guna Manfaat Teknik.
“Kalau tidak bisa menuntaskan pekerjaan ini, saya minta kontraktornya di Blacklist saja”tukas Mimik.(hd)









