Sidoarjo- cakrajatim.com: Dukung mendukung dalam Pilkades serentak di Sidoarjo adalah hal lumrah. Selain mereka . Tidak ada aturan yang melarang.
Dikatakan H. Warih Andono SH, M.Hum Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sidoarjo menanggapi fenomena tersebut. “Saat dirinya berkampanye Pilkades Kureksari dan videonya sempat viral di media sosial. Itu tidak melanggar aturan, dan tidak apa-apa. Apalagi itu bukan forum resmi kampanye,” ujarnya. “warga Kureksasi mempunyai hak sama dengan warga lainnya. Punya hak pilih dan mendukung calon terbaik pada Pilkades itu,” tambah Abah Warih, sapaan politisi Golkar itu.
,
Abah Warih mengungkapkan tidak hanya dirinya, ada beberapa legislator lainnya yang terlibat dalam aksi mendukung dalam Pilkades serentak di Sidoarjo,–tahun ini ada 80 desa yang menggelar Pilkades. Ini merupakan fenomena biasa dan lumrah, karena juga tidak ada peraturan yang melarang.
“Dukungan bentuknya macam-macam. Ada yang dipasang fotonya bersama calon di baliho , ada pula yang aktif mencari dukungan di lapangan. Semua itu tidak masalah selama tidak menciderai nilai-nilai demokrasi. Bahkan bagi saya itu sebagai bentuk edukasi juga,–bagaimana berdemokrasi yang baik. Beda pilihan adalah lumrah, asal tidak golput, apalagi sampai bermain politik uang,” tegas Abah Warih.
Ditambahkan, kegiatan dirinya yang tergambar dalam video itu bukan bagian dari kampanye formal, melainkan bentuk dukungan pribadi sebagai putra daerah asli Desa Kureksari. Dia mempunyai tanggung jawab moral untuk ikut peduli terhadap arah kepemimpinan di kampung halamannya sendiri.
Bahkan Abah Warih menilai dukungan kepada kontestas Pilkades Kureksari merupakan hak konstitusional setiap warga negara. Sebagai warga desa tersebut, ia merasa memiliki hak penuh untuk menentukan pilihan politik maupun memberikan dukungan kepada sosok yang dianggap layak memimpin.
“Sebagai warga negara ya boleh saja. Sebagai putra daerah KTP saya asli kureksari , saya warga kureksari asli, tidak ada masalah. Jadi saya punya hak untuk mendukung, dan kenapa saya mendukung Pak Wishom, calon incumbent, karena selama mempimpin Kureksari saya nilai bagus dan amanah,” tegasnya.
Baginya, menunjukkan dukungan secara terbuka jauh lebih baik dibanding memilih golput atau tidak peduli terhadap masa depan desa. “Kalau ada yang tidak suka pada ya saya cuek saja. Semua orang punya hak berpendapat. Tapi melarang orang menyampaikan dukungan politik justru mencederai demokrasi,” ujarnya.
Sebagai putra daerah asli Kureksari, Warih menegaskan bahwa kepeduliannya terhadap proses pemilihan kepala desa lahir dari rasa memiliki terhadap daerahnya sendiri. Ia berharap pelaksanaan Pilkades dapat berjalan aman, damai, dan tetap menjaga persatuan warga. (hd)









