Sidoarjo – cakrajatim.com:Ketua umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar resmi melantik total 514 ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKB dari seluruh Indonesia periode 2026-2031, pada Rabu (22/7) malam.
Termasuk kepengurusan DPC PKB Sidoarjo yang dijabat H. Rizza Ali Faizin M.Pd.I (Ketua), H. Ibbnu Azzar Firdaos (Sekretaris) dan H. Usman M.Kes. Prosesi pelantikan diikuti total berjumlah 514 pengurus DPC PKB seluruh Indonesia ini berlangsung di Taman Fatahillah, KotaTua, Jakarta.
Diawali pembacaan petikan keputusan oleh Sekretaris Jenderal PKB Hasanuddin Wahid, lalu dilanjutkan dengan pengambilan sumpah janji pengurus oleh Cak Imin, sapaan ketua umum PKB. Cak Imin mengingatkan bahwa rakyat menaruh harapan dan menggantungkan nasibnya di pundak kader dan para pejabat dari PKB.
“Atas nama DPP PKB, saudara-saudari saya nyatakan dilantik,” ujarnya. Pelantikan ini menjadi bagian dari proses konsolidasi organisasi PKB di seluruh Indonesia dalam menghadapi berbagai agenda politik dan penguatan struktur partai hingga tingkat daerah.
ketua DPC PKB Sidoarjo menyatakan kesiapan ‘berlari kencang’. Pelantikan juga sebagai tanda Kick Off bersama pengurus lainnya untuk memulai kerja keras membesarkan partai sebagai kekuatan politik yang membawa kemaslahatan bangsa.
Tentunya kami akan terus memupuk soliditas, sekaligus bersinergi baik di internal maupun dengan pihak eksternal. Ini menjadi pondasi membesarkan partai sebagai kekuatan politik yang berkontribusi membangun bangsa, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.
KSB bersama pengurus lainnya segera melakukan silaturahmi dengan berbagai pihak. “Selain terus menggalang konsolidasi internal partai sampai kepengurusan tingkat desa, kami bersilaturahmi dengan para ulama, para kiai NU maupun tokoh masyarakat lainnya dan tentunya para stake holder,” tegasnya.
Dalam susunan ‘Kabinet’ Kaji Reza sebagian besar diisi politisi muda, namun juga masih memberi ruang kader senior tetap berkiprah. Tampilnya politisi muda tentunya membawa angin segar dengan segala inovasi, kreativitas , dan kemampuan beradaptasi dengan teknologi. Mereka dipastikan lebih terbuka terhadap perubahan, gagasan baru, dan pemecahan masalah yang tidak konvensional.
cara politis juga bernilai strategis terutama menjadi sebuah representasi suara masa kini karena mampu menjembatani kesenjangan aspirasi dan tantangan dihadapi generasi penerus,–kaum milineal maupun Gen Z. Artinya selain massa NU sebagai basis kultural bernilai strategis tetap dipertahankan untuk kebesaran partai, massa golongan lain pun diberi ruang sama, terutama memprioritaskan kalangan anak muda untuk berjuang bareng demi bangsa dan kemaslahatan. Hasil survei menunjukkan pada Pemilu 2029, angka pemilih dari kelompok muda sebagai massa floating itu ditafsir mencapai 60 % dari seluruh pemilih di Indonesia. Ini merupakan ‘kue’ yang harus direbut dengan segala konsekuensi dan strategis politik menyelaraskan kebutuhan zaman. (hd)









