• Kontak Kami
16 Juli 2026
Cakra Jatim
  • HOME
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Lifestyle
  • LandScape
  • Travel
  • Kuliner
No Result
View All Result
  • HOME
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Lifestyle
  • LandScape
  • Travel
  • Kuliner
No Result
View All Result
Cakra Jatim
No Result
View All Result
Home Pemerintahan

DPRD Sidoarjo Minta Kawasan PSK “krengseng” di Tutup

cakrajatim by cakrajatim
16 Juli 2026
in Pemerintahan
0
DPRD Sidoarjo Minta Kawasan PSK “krengseng” di Tutup
0
SHARES
8
VIEWS
Share on TwitterShare on FB

Sidoarjo – cakrajatim.com: Tempat mangkal PSK (Pekerja Sex Komersial) di kawasan lokalisasi Krengseng,  Desa Jeruk Gamping, kecamatan Krian, mengundang keseriusan Komisi C DPRD Sidoarjo. Sayangnya saat anggota Komisi C mendatangi, sudah tercium dulu hingga operasi senyap tersebut sia-sia.

Lokalisasi Krengseng, Krian,  sebenarnya cukup tua berdiri ditempat itu. petugas juga kerap menyatroni tempat itu tetapi selalu gagal.

RELATED POSTS

Kontraktor Patut Diblacklist

DPRD Sidoarjo Prihatinkan HIV/AIDS

Dugaan bocornya informasi dalam razia penyakit masyarakat (pekat) di kawasan lokalisasi Krengseng, Desa Jeruk Gamping, Kecamatan Krian, dewan mendesak adanya evaluasi total agar operasi serupa di masa mendatang bisa berjalan lebih efektif.

​Anggota Komisi C DPRD Sidoarjo, M. Abud Asyrofi, S.Pi, menegaskan bahwa kerahasiaan operasi adalah kunci utama. Evaluasi mendesak dilakukan agar petugas tidak gagal lagi .

​ Kita tidak bisa berjalan sendiri, semuanya harus berkolaborasi. Evaluasi mutlak diperlukan agar kekurangan yang terjadi bisa segera diperbaiki

​Meski mengkritisi celah kebocoran tersebut, Politisi Sidoarjo ini tetap mengapresiasi langkah tegas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo bersama Forkopimda yang cepat merespons keresahan masyarakat.

​Menurut Abud, ketegasan seperti ini sangat krusial, mengingat angka kasus HIV/AIDS di Sidoarjo yang masih tergolong tinggi.

​Forkopimda harus kita apresiasi. Kehadiran Forkopimda di lapangan membuktikan bahwa pemerintah daerah hadir untuk masyarakat. Namun, harapan kita gerakan ini tidak berhenti di sini saja. Harus kontinyù dan ada bimbingan berkelanjutan, tambahnya.

​Saat razia kemarin petugas Hanya Temukan Kamar Kosong dan Alat Kontrasepsi.

​Sebelumnya, tim gabungan Pemkab Sidoarjo menggelar operasi besar-besaran pada Sabtu malam. Razia yang membidik pencegahan penyebaran HIV/AIDS ini menyasar tiga titik prostitusi terselubung:

1. ​Kawasan warung remang-remang di Desa Tanjek Wagir, Kecamatan Krembung.

2. ​Eks lokalisasi Krengseng di Desa Jerukgamping, Kecamatan Krian.

3. ​Warung karaoke di Desa Lebo, Kecamatan Sidoarjo.

​Sayangnya, di dua lokasi pertama (Krembung dan Krian), petugas penegak Perda  gigit jari. Diduga kuat rencana razia sudah bocor sebelum sirine petugas berbunyi.

​Di lokasi, petugas hanya menemukan:

• ​Bilik-bilik kamar yang sudah kosong ditinggal penghuninya.

• ​Berserakannya alat kontrasepsi.

• ​Beberapa pengunjung yang diduga dalam kondisi mabuk.

​Pekerja Seks Komersial (PSK) dan muncikari disinyalir telah kabur sesaat sebelum rombongan petugas tiba di lokasi. Kegagalan menjaring target inilah yang menjadi alasan kuat Komisi C DPRD Sidoarjo meminta sistem pengamanan informasi razia diperketat.

Kasatpol PP Kabupaten Sidoarjo Yany Setyawan mengatakan, operasi gabungan tersebut merupakan bagian dari upaya menekan penyakit masyarakat yang berpotensi menjadi faktor penyebaran HIV/AIDS.

“Operasi gabungan kemarin menjadi bentuk sinergi antarinstansi dalam menjaga ketertiban umum, menegakkan peraturan daerah dan meminimalisasi penyakit masyarakat yang berpotensi menjadi faktor penyebaran HIV/AIDS,” kata Yany, Minggu (12/7).

Penggerebekan warung karaoke di Lebo juga membuahkan temuan puluhan botol minuman beralkohol. petugas mengamankan 12 botol Bir Bintang.

Dari warung kopi dan karaoke milik DA, ditemukan tujuh botol Bir Bintang serta masing-masing satu botol Guinness, Alexis dan Iceland. Seluruh minuman beralkohol tersebut langsung diamankan sebagai barang bukti.

Plt Kabid Tibumtranmas Satpol PP Kabupaten Sidoarjo Novianto menjelaskan, setiap pemandu lagu yang terjaring wajib menjalani pemeriksaan kesehatan. Identitas pengunjung hingga pemilik usaha juga diperiksa dalam operasi tersebut.

“Seluruh pemandu lagu yang ditemukan dilakukan screening dan pengambilan sampel darah oleh tim Dinas Kesehatan. Jika ditemukan minuman beralkohol, barang bukti langsung diamankan,” ujar Novianto.

Sebelum menggerebek warung karaoke di Lebo, sekitar 130 personel gabungan lebih dahulu menyisir Desa Mojoruntut, Kecamatan Krembung dan kawasan Krengseng, Kecamatan Krian. Namun, petugas tidak mendapatkan hasil di dua lokasi tersebut karena diduga informasi razia bocor.

Operasi pekat dalam rangka penanggulangan HIV/AIDS itu berakhir sekitar pukul 23.55 WIB. Enam LC yang diamankan menjalani pendataan, pemeriksaan kesehatan serta mendapat sosialisasi dan edukasi
DPRD Kabupaten Sidoarjo prihatin atas kasus Human Immunodeficiency Virus/ Acquired Immuno-Deficiency Syndrome (HIV/AIDS) di Sidoarjo yang cenderung meningkat. Tragisnya lagi, data terakhir yang mencatat 7.184 kasus, 22 orang di antaranya adalah calon pengantin terpapar virus menyerang kekebalan tubuh tersebut.

Ketua DPRD Kabupaten Sidoarjo H. Abdillah Nasih menegaskan adanya kecenderungan peningkatan kasus HIV tentunya harus menjadi warning serius bagi semua pihak. Tidak hanya pemerintah, berikut para stakeholder, juga masyarakat luas harus mewaspadai ancaman virus yang beresiko tinggi menurunkan kualitas hidup sekalian kematian ini.

“Adanya 22 calon pengantin terpapar HIV/AIDS, bahkan infonya ada juga ibu rumah tangga yang kena, itu merupakan fenomena yang patut kita perhatikan secara serius. Ini mengindikasikan bahwa penularan virus ini tidak lagi terjadi hanya di tempat-tempat tertentu, seperti hiburan malam maupun tempat praktek prostistusi,  namun sudah menerobos sekat-sekat kehidupan masyarakat,” ujarnya.  

Lebih lanjut, dia mengungkapkan kembali bahwa meningkatnya angka kasus HIV/AIDS ini memang melahirkan keprihatinan. Namun kondisi  ini dinilai tidak selalu menunjukkan kondisi buruk.

“Karena ini juga bisa menjadi sebuah indikator semakin banyak masyarakat yang berani melakukan pemeriksaan dan melaporkan kondisi kesehatannya,” ujar Cak Nasih, sapaan politikus PKB yang selalu responsif terhadap permasalahan masyarakat Sidoarjo ini.

Memang, kasus HIV/AIDS ibarat fenomena gunung es. Data yang tercatat belum tentu menggambarkan kondisi sebenarnya karena masih banyak penderita yang memilih menutupi status kesehatannya. “Ini menjadi warning bagi kita semua. Seluruh elemen masyarakat harus ikut terlibat melakukan pencegahan,” tegasnya.

upaya pencegahan tidak cukup hanya mengandalkan Dinas Kesehatan maupun OPD terkait saja. Berikut tokoh masyarakat, tokoh agama, pemerintah desa hingga keluarga harus berperan aktif memberikan edukasi mengenai pola hidup sehat dan menjauhi perilaku seksual yang berisiko penularan HIV maupun penyakit menular seksual (PSM) lainnya.

Pihaknya selalu mendorong eksekutif, seperti Dinas Kesehatan Kab. Sidoarjo terus getol melakukan skrining dalam deteksi dini kasus, pengobatan hingga edukasi. Setidaknya ini sebagai bentuk pencegahan, sekaligus memutus mata rantai penularan virus HIV maupun PSM.

Juga mengapresiasi langkah Satpol PP Kab. Sidoarjo bekerjasama pihak kepolisian dan TNI dalam sepekan terakhir yang melakukan penertiban kawasan rentan melahirkan penyakit masyarakat dan penularan HIV. Seperti di tempat hiburan dan praktek prostitusi di Jabon, Porong, Krian dan Waru maupun di wilayah lainnya.

dikatakan H. Warih Andono, Wakil Ketua DPRD dan H. Usman M.Kes, anggota Komisi D yang membidangi kesehatan masyarakat. Menyikapi adanya 22 calon pengantin terpapar HIV/AID, dia memandang sebuah fenomena yang sekaligus menjadi preseden buruk ke depannya bagi kelangsungan kehidupan masyarakat.

Usman M.Kes, anggota Komisi D DPRD Sidoarjo. 
Sementara Abah Usman, sapaan politisi senior ini mengusulkan agar pemeriksaan kesehatan calon pengantin semakin diperkuat melalui koordinasi antara Dinas Kesehatan dengan Kantor Urusan Agama.

“Angka 22 kasus mungkin terlihat kecil, tetapi ini merupakan bagian dari fenomena gunung es. Kasus yang muncul ke permukaan kemungkinan jauh lebih sedikit dibandingkan kondisi yang sebenarnya terjadi di masyarakat,” ujar Abah Warih, sapaan politisi Golkar. 

menilai pemeriksaan kesehatan sebelum menikah penting sebagai langkah deteksi dini. 

“Jangan hanya mengurus administrasi saja, tetapi juga memastikan calon pengantin menjalani pemeriksaan kesehatan sebagai upaya pencegahan,” imbuhnya.

Pihaknya menilai generasi muda menjadi kelompok yang harus mendapatkan perhatian lebih dalam upaya menekan penyebaran HIV /AIDS. Ini bisa dilakukan pembinaan karakter melalui keluarga, pendidikan, serta penguatan nilai agama menjadi fondasi utama agar anak muda tidak terjerumus pada perilaku berisiko.

“Keluarga menjadi benteng pertama. Anak – anak harus dibekali Pendidikan, nilai moral, dan agama yang kuat sehingga tidak mudah melakukan penyimpangan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain,” tegasnya. (adv,hd)


SendTweetShare
cakrajatim

cakrajatim

Related Posts

Kontraktor Patut Diblacklist

Kontraktor Patut Diblacklist

by cakrajatim
16 Juli 2026
0

Sidoarjo - cakrajatim.com: Pemkab Sidoarjo diminta mem-black list kontraktor nakal dan memberi sanksi pejabat yang terlibat pelaksanan proyek senilai Rp...

DPRD Sidoarjo Prihatinkan HIV/AIDS

DPRD Sidoarjo Prihatinkan HIV/AIDS

by cakrajatim
12 Juli 2026
0

Sidoarjo - cakrajatim.com: DPRD Kabupaten Sidoarjo prihatin atas kasus Human Immunodeficiency Virus/ Acquired Immuno-Deficiency Syndrome (HIV/AIDS) di Sidoarjo yang cenderung meningkat. Tragisnya lagi,...

Bocor, Razia di Lokalisasi Krengseng

Bocor, Razia di Lokalisasi Krengseng

by cakrajatim
12 Juli 2026
0

Sidoarjo - cakrajatim.com: Dugaan bocornya informasi dalam razia penyakit masyarakat (pekat) di kawasan lokalisasi Krengseng, Desa Jeruk Gamping, Kecamatan Krian,...

Gadis di Bawah Umur Dicabuli

Kawasan Ponti Ditertibkan, Pemkab Sidoarjo

by cakrajatim
7 Juli 2026
0

​Sidoarjo – cakrajatim.com:Pengelolaan kawasan Monumen Ponti di Jalan GOR Sidoarjo oleh pihak ketiga berbuntut panjang. PT SM Tbk—yang kini berubah...

Keruwetan Warnai Perumahan di Sidoarjo

Keruwetan Warnai Perumahan di Sidoarjo

by cakrajatim
21 April 2026
0

Sidoarjo - cakrajatim.com: Lagi-lagi keruwetan perumahan mewarnai Sidoarjo. Kali ini  terjadi di Perumahan Mapan Putra Sentosa (MPS) di Desa Mojoruntut, Kecamatan  Krembung,...

BERITA POPULER

  • Sidoarjo Kembali Diguncang OTT

    Sidoarjo Kembali Diguncang OTT

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Razia Kendaraan di Lebo, di Demo Sejumlah Massa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anam dan Atok Lolos DCT, Umi Kaddah Terjungkal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pertikaian Bashor dan Bambang Berujung ke BK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Paripurna DPRD Sidoarjo Hanya Dihadiri 16 Anggota

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Berita Pilihan

DPRD Sidoarjo Minta Kawasan PSK “krengseng” di Tutup

DPRD Sidoarjo Minta Kawasan PSK “krengseng” di Tutup

16 Juli 2026
Kontraktor Patut Diblacklist

Kontraktor Patut Diblacklist

16 Juli 2026
Cakra Jatim

CakraJatimdotcom menghadirkan berita lokal Surabaya dan Jawa Timur dengan isu terkini dari politik, pemerintahan dan lifestyle dengan Cepat dan Tepat.

Susunan Redaksi

  • Kontak Kami

© 2020 CakraJatim.com

No Result
View All Result
  • Politik
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Travel
  • LandScape
  • Kuliner

© 2020 CakraJatim.com

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In