Sidoarjo – cakrajatim.com: SDN Kupang 4, Jabon rusak parah. Atap ruang kelas bocor dan plafon ambrol, membahayakan keselamatan siswa. Sekolah hanya memiliki empat ruang belajar aktif. Jumlah siswa turun drastis.
“Ketika hujan deras, air masuk ke kelas. Anak-anak belajar sambil menghindari tetesan,” ungkap Muhamad Maksum, Kepala SDN Kupang 4.
Lokasi sekolah berada di kawasan pesisir, di tengah tambak dan sawah. Akses menuju sekolah sulit, terutama saat musim hujan.
“Jalan setapak licin dan tergenang. Orang tua enggan menyekolahkan anak di sini,” kata Suryanto, warga Desa Kupang.
Data resmi menunjukkan tahun ajaran 2026/2027, SDN Kupang 4 tidak menerima murid baru. Total siswa hanya 12 orang.
Rasio guru terhadap siswa sangat tinggi. Terdapat 9 tenaga pendidik melayani 12 siswa, menimbulkan pertanyaan soal keberlanjutan operasional sekolah.
Sebaliknya, SDN Kupang 3 di wilayah sama masih berstatus akreditasi A dan menerima murid baru. Kondisi bangunan relatif lebih baik.
Perbedaan ini menegaskan ketimpangan fasilitas pendidikan di Kecamatan Jabon. Pemerintah daerah dituntut segera bertindak memperbaiki SDN Kupang 4.
Masyarakat berharap rehabilitasi segera dilakukan agar anak-anak tetap mendapat hak pendidikan layak di desa pesisir Sidoarjo.
Oleh karenanya, Wakil Bupati Sidoarjo, Mimik Idayana, meninjau SD Negeri Kupang 3 dan SD Negeri Kupang 4 di Kecamatan Jabon, pada Senin pagi (20/7)
Ia menemukan ruang kelas rusak dengan atap bocor dan dinding retak. “Kondisi seperti ini tidak bisa dibiarkan. Kalau memang harus direhabilitasi total, segera direncanakan agar anak-anak bisa belajar dengan aman,” tegasnya.
Di SDN Kupang 4 misalnya, empat ruang kelas menjadi prioritas rehabilitasi. “Walaupun siswanya hanya dua belas orang, mereka tetap memiliki hak mendapatkan fasilitas pendidikan yang layak,” ujarnya.
Wabup Mimik juga mengapresiasi dedikasi para gurunya. “Terima kasih atas pengabdian bapak dan ibu guru. Meskipun muridnya sedikit, tetap semangat mendidik mereka,” katanya.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG), ternyata juga belum masuk, dan kata Wabup Mimik segera disalurkan akhir bulan ini. “Insya Allah akhir bulan ini MBG mulai disalurkan sehingga anak-anak di wilayah ini dapat segera merasakan manfaatnya,” ungkapnya.
Di lokasi sidak pula, Plt. Kepala Dinas Pendidikan Netty Lastiningsih menjelaskan rehabilitasi akan disesuaikan karakteristik pesisir. Ketua Komisi D DPRD Sidoarjo Dhamroni Chudlori mendorong tambahan insentif guru terpencil.
SDN Kupang 3 dan SDN Kupang 4 di Desa Kupang, Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo bukan termasuk sekolah di kawasan 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal), sebagaimana ditetapkan Pemerintah Pusat.
Di Kabupaten Sidoarjo sendiri, dua sekolah ini tidak masuk dalam daftar kabupaten daerah 3T yang ditetapkan melalui kebijakan nasional. (nur)











