Sidoarjo – cakrajatim.com: Sebanyak 102 penghuni masih menempati bangunan pinjaman di Liponsos Sidoarjo. Kondisi tersebut membuat lansia dan ODGJ dengan kategori berat, sedang, hingga ringan masih berada dalam satu lingkungan sehingga penanganan belum dapat dilakukan secara ideal.
Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial (Kabid Rehsos) Dinas Sosial Kabupaten Sidoarjo, Diana Ambarukmi, mengatakan keterbatasan fasilitas tersebut berpotensi menghambat proses rehabilitasi, terutama bagi ODGJ yang kondisinya mulai membaik.
“Memang kami belum memiliki bangunan atau ruang khusus untuk memisahkan ODGJ berdasarkan kondisinya, mulai dari yang sudah membaik, dalam tahap pemulihan, hingga yang masih sakit. Akibatnya, mereka masih bercampur,” ujarnya, Minggu
Menurut Diana, pemisahan ruang sangat diperlukan agar proses rehabilitasi berjalan lebih optimal. Meski para penghuni telah dipetakan sesuai tingkat kondisinya, keterbatasan fasilitas membuat mereka tetap berada dalam satu area.
“ODGJ dengan kondisi berat, sedang, dan ringan seharusnya tidak ditempatkan dalam ruangan yang sama. Harapannya nanti tersedia ruang khusus untuk masing-masing kategori. Bagi penghuni yang sudah pulih akan dijemput keluarganya, sedangkan yang tidak memiliki keluarga akan kami berdayakan,” katanya
Selain kebutuhan ruang, Liponsos juga mengalami kekurangan perlengkapan dasar. Pakaian menjadi salah satu kebutuhan paling mendesak karena sebagian besar tidak dapat digunakan kembali setelah dipakai.
“Sebagian besar pakaian harus langsung dibuang karena sudah terkena kotoran. Kami juga tidak memiliki anggaran untuk layanan laundry,” jelasnya.
Adapun bantuan yang dibutuhkan meliputi kaus oblong, celana, pakaian dalam pria dan wanita, bra, sarung, hingga matras atau tempat tidur. Untuk memenuhi kebutuhan yang mendesak, Dinsos bahkan kerap berkoordinasi dengan puskesmas.
Keterbatasan juga terjadi pada perlengkapan makan penghuni. Saat ini, mereka menggunakan kertas minyak sebagai alas makan karena peralatan makan berbahan keras sering disalahgunakan.
“Kalau menggunakan mangkuk, sering kali tidak dipakai untuk makan, tetapi digunakan untuk keperluan lain yang tidak semestinya, seperti buang air besar,” ungkap Diana.
Karena itu, Dinsos mengajak masyarakat, dunia usaha, maupun berbagai pemangku kepentingan untuk ikut membantu memenuhi kebutuhan penghuni Liponsos.
“Harapannya seluruh stakeholder dapat saling berkomunikasi dan berkoordinasi. Kami juga membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin berdonasi,” tuturnya.
Masyarakat yang ingin menyumbangkan pakaian layak pakai maupun kebutuhan lainnya dapat mengantarkannya langsung ke Liponsos Sidokare atau ke Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kabupaten Sidoarjo. Seluruh bantuan akan didata dan diberikan tanda terima.
“Pakaian layak pakai, kaus oblong, celana pendek, sarung, hingga matras atau tempat tidur sangat kami butuhkan. Bantuan dari para donatur tentu akan sangat berarti bagi penghuni Liponsos,” pungkasnya. (hd)









