Sidoarjo – cakrajatim.com:
Ketua fraksi PKB Sidoarjo.Damroni Chudlori melakukan sidak dua balita pengidap Cerebral palsy (CP) di Desa Grogol Kecamatan Tulanga
Untuk memberikan jalan keluar pengobatan bagi kedua balita penderita CP yang masuk dalam keluarga miskin ini.
Sidak pertama di kediaman M.Rasyiqul Arzan (5), Damroni yang didampingi Titik Fidiyati Kepala Desa Grogol, berteman langsung dengan Ninik Uripa ibu Arzan.
Menurut Ninik, anaknya memang sudah sejak bayi sudah mengalami kelainan pada fungsi saraf dan otot kakinya.
Namun karena keterbatasan informasi dan minimnya pendampingan, dirinya mengaku tidak bisa memberikan pengobatan kepada putranya.
“Baru sekarang saya dapat pendampingan seperti ini, saya bersyukur anak saya mendapatkan perhatian,” tutur Ninik.
Damroni Chudlori yang menyimak penuturan Ninik, langsung Gercep memberikan arahan agar Rasyiqul secepatnya mendapatkan perawatan secara medis secepatnya.
“Pilihan untuk terapy motorik otak, bisa dilakukan di RSUD Notopuro atau di RS Delta Surya. Namun untuk penyesuaian jadwal terapy yang flexibel memang di Delta Surya,” ujar Damroni.
Pada kesempatan ini, politisi PKB memberikan bantuan sembako dan juga berkordinasi langsung untuk mendapatkan bantuan kursi roda anak melalui BAZNAS Sidoarjo.
Damroni juga meminta pihak desa dan Puskesmas kecamatan, agar terus memberikan pendampingan kepada pasien.
Setelah tuntas memberikan arahan, Damroni meluncur menuju kediaman Arsal Al azan 3.5 tahun di perumahan Harmoni Kota Tulangan.
Disini, Damroni juga bertemu langsung dengan May ibu Arsal, untuk menyerahkan bantuan sembako dan mengkordinasikan pengobatan kepada si kecil.
Dari informasi yang diterima, Arsal Al Azan ini ternyata mengidap tiga penyakit sekaligus yakni CP, Epilepsi dan Bronkopneumonia atau infeksi paru-paru yang menyebabkan peradangan pada bronkus (saluran udara) dan alveoli (kantung udara).
Beruntungnya, Arsal sudah mendapatkan perawatan medis dari rumah sakit.
Dengan begitu, harapan untuk kembali normal atau minimal mendapkan terapy motorik otak segera bisa dilakukan.
“Kita ingin masa depan anak anak kita bisa terjamin baik kesehatan maupun pendidikanya. Dan khusus anak anak penderita CP ini, bisa mendapatkan perawatan sejak dini, agar masa depan mereka bisa kembali normal,” tutur Damroni.
Cerebral palsy atau lumpuh otak adalah gangguan saraf permanen akibat kerusakan otak yang memengaruhi kemampuan gerak, keseimbangan, dan postur tubuh anak. Kondisi ini dipicu oleh faktor sebelum, selama, atau setelah kelahiran, dan belum bisa disembuhkan sepenuhnya. (hd)









