SIDOARJO, 5 November, bos media Surabaya, Tatang Istiawan (TT) terdakwa kasus korupsi penyertaan modal percetakan milik PDAU Pemkab Trenggalek, PT. Bangkit Grafika Sejahtera (BGS) tahun 2007 senilai Rp 7,3 miliar, akhirnya dijebloskan di Rutan Medaeng, Kecamatan Waru Sidoarjo.
Kanwil Kemenkumham Jatim menegaskan bahwa pihaknya tidak memberikan keistimewaan kepada TT meskipun tersangka menjadi bos sebuah harian pagi di Surabaya. Instansi plat merah yang dipimpin Zaeroji itu menyatakan bahwa TT tetap harus melalui mekanisme sesuai SOP yang berlaku.
“Sesuai arahan Kakanwil Kemenkumham Jatim, semua tahanan diperlakukan sama, mendapatkan hak dan kewajiban yang sama dengan tahanan lainnya selama di dalam rutan,” ujar Karutan Surabaya Wahyu Hendrajati Setyo Nugroho, Jumat, 4 November 2022.
Hendrajati menyebutkan bahwa pihaknya telah menerima tahanan atas nama TT pada siang ini. Sekitar pukul 14.00 WIB, Kepala Kejaksaan Negeri Trenggalek Masnur melakukan pelimpahan TT kepada pihak Rutan Surabaya.
“Kami langsung lakukan pemeriksaan awal dan melakukan proses registrasi ke Sistem Database Pemasyarakatan,” terang Hendrajati.
Proses serah terima selesai sekitar pukul 14.30 WIB. TT langsung digiring ke sel isolasi mandiri khusus tahanan baru. Saat ini, TT berada di dalam kamar seluas 4×5 meter bersama dengan sepuluh orang lainnya. “Sesuai SOP yang ada, TI akan berada di sel isolasi selama 7-14 hari kedepan,” imbuh Hendrajati.
Pria lulusan AKIP Angkatan ke-40 itu menjelaskan bahwa pihaknya akan terus memantau perkembangan yang ada. Apalagi berdasarkan pemeriksaan dokter rutan, TT didiagnosa sedikit demam. “Tadi agak meriang kata dokter, makanya akan kami pantau terus,” ujarnya.
TT juga belum boleh dikunjungi siapapun selama menjalani isolasi. Kecuali ada permohonan dari aparat penegak hukum untuk kepentingan penyidikan lanjutan atau penyelesaian berkas perkara. “Tadi anaknya yang mengantar langsung, didampingi pengacaranya juga,” tutup Hendrajati. hs